Selasa, 20 Desember 2011

RESUME SIT PERT. 10


 Tata Kelola Teknologi Informasi

IT Governance

Operasional kegiatan usaha perusahaan termasuk pemrosesan transaksi dan pembukuan sangat tergantung pada keandalan Teknologi Informasi (TI). Informasi yang dihasilkan sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan baik oleh pihak intern perusahaan maupun pihak ekstern.
Untuk itu TI harus dikelola secara efektif guna memaksimalkan efektifitas penggunaannya dan agar risiko terkait dari teknologi yang diimplementasikan dapat dimitigasi.
Mengingat bahwa TI merupakan aset penting dalam operasional yang dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing perusahaan sementara dalam penyelenggaraannya mengandung berbagai risiko, maka perusahaan perlu menerapkan IT Governance. Penerapan IT Governance dilakukan melalui penyelarasan Rencana Strategis Teknologi Informasi dengan strategi bisnis perusahaan, optimalisasi pengelolaan sumber daya, pemanfaatan Teknologi Informasi (IT value delivery), pengukuran kinerja dan penerapan manajemen risiko yang efektif.
Keberhasilan penerapan IT Governance sangat tergantung pada
komitmen dewan komisaris dan direksi serta seluruh satuan kerja di perusahaan, baik penyelenggara maupun pengguna TI.

Focus Area of IT Governance Life Cycle


Manajemen
•Dewan Komisaris
•Direksi
•Komite Pengarah Teknologi Informasi (IT Steering Committee)
•Pejabat Tertinggi Yang Bertanggungjawab Membawahi Bidang TI

Dewan Komisaris

Sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas, fungsi dewan komisaris adalah mengawasi kebijaksanaan direksi dalam operasional perusahaan serta memberi nasihat pada direksi. Dengan demikian dewan komisaris hendaknya memiliki komitmen, memahami dan berperan serta dalam kegiatan terkait TI

Tanggung jawab dewan komisaris mencakup antara lain:
a.Mengarahkan, memantau dan mengevaluasi Rencana Strategis TI dan kebijakan perusahaan terkait penyelenggaraan TI;
b.Melakukan pemantauan dan mengevaluasi kesesuaian antara kebijakan dengan penerapan manajemen risiko dalam penggunaan TI;
c.Melakukan evaluasi terhadap perencanaan dan pelaksanaan audit, memastikan audit dilaksanakan dengan frekuensi dan lingkup yang memadai serta melakukan pemantauan atas tindak lanjut hasil audit;
d.Melakukan evaluasi terhadap pengelolaan pengamanan yang andal dan efektif atas TI guna menjamin ketersediaan, kerahasiaan, keakuratan informasi.

Direksi

Wewenang dan tanggung jawab bagi direksi mencakup :
a.Menetapkan Rencana Strategis TI dan rencana pelaksanaan/pengembangan TI jangka pendek yang sejalan dengan rencana strategis dan rencana tahunan perusahaan;
b.Menetapkan kebijakan dan prosedur terkait penyelenggaraan TI yang memadai dan mengkomunikasikannya secara efektif, baik pada satuan kerja penyelenggara maupun pengguna TI. Selanjutnya direktur yang membawahi Satuan Kerja Kepatuhan perlu meninjau ulang kebijakan dan prosedur tersebut untuk memastikan pemenuhan terhadap ketentuan perundangan yang berlaku;
c.Mereview, menyetujui dan memantau proyek-proyek teknologi yang berdampak secara signifikan terhadap operasional dan kondisi keuangan perusahaan;
d.Dalam hal perusahaan menggunakan jasa pihak lain, direksi harus memastikan bahwa perusahaan memiliki kontrak tertulis yang mengatur peran, hubungan, kewajiban, tanggung jawab dari semua pihak yang terikat kontrak tersebut, serta memiliki keyakinan bahwa kontrak tersebut merupakan perjanjian yang berkekuatan hukum dan melindungi kepentingan perusahaan.

Direksi juga harus memastikan :
1)TI yang digunakan perusahaan dapat mendukung perkembangan usaha, pencapaian tujuan bisnis perusahaan dan kelangsungan pelayanan kepada nasabah;
2)tersedianya satuan kerja yang berfungsi mengelola TI yang diselenggarakan oleh perusahaan (atau digunakan oleh perusahaan bila diselenggarakan oleh pihak penyedia jasa TI);
3)kebijakan dan prosedur serta standar yang ditetapkan telah diterapkan, dikaji ulang dan direvisi secara berkala;
4)tersedianya Sistem Pengelolaan Pengamanan Informasi (Information Security Management System) yang efektif dan dikomunikasikan kepada seluruh pengguna dan penyelenggara Sistem Informasi; 
5)terdapat penerapan proses manajemen risiko dalam penggunaan TI yang dilaksanakan secara efektif dan memadai antara lain dengan:
a)menumbuhkan risk awareness dari manajemen;
b)memiliki dan mengkomunikasikan pemahaman yang jelas mengenai kriteria dan tingkat risiko yang dapat diterima oleh perusahaan (risk appetite) kepada satuan kerja pengguna dan penyelenggara TI;
c)memiliki pemahaman terhadap ketentuan yang berlaku;
d)mengkomunikasikan risiko signifikan secara transparan kepada satuan kerja pengguna dan penyelenggara TI yang menghadapi risiko tersebut;
e)mengembangkan struktur organisasi beserta uraian tugas dan tanggung jawab yang dapat mengelola risiko yang dihadapi perusahaan secara komprehensif, sistematis dan terintegrasi.
6)tersedianya sumber daya manusia yang cukup dan kompeten sesuai dengan kebutuhan;
7)terdapat upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia terkait penyelenggaraan TI diantaranya melalui pendidikan/pelatihan yang memadai dan program edukasi untuk meningkatkan kesadaran atas pengamanan informasi; 
8)terdapat sistem pengukuran kinerja proses penyelenggaraan TI yang paling kurang dapat:
a)mendukung proses pemantauan terhadap implementasi strategi;
b)mendukung penyelesaian proyek;
c)mengoptimalkan pendayagunaan investasi pada infrastruktur dan sumber daya manusia;
d)meningkatkan kinerja proses penyelenggaraan TI dan kualitas layanan penyampaian hasil proses kepada pengguna;
9)struktur organisasi manajemen proyek dari seluruh proyek terkait TI digunakan dengan maksimal;

Komite Pengarah Teknologi Informasi (IT Steering Committee)
perusahaan wajib memiliki Komite Pengarah TI yang bertujuan untuk membantu dewan komisaris dan direksi mengawasi kegiatan terkait TI. Komite sekurangkurangnya terdiri dari:
a.Direktur yang membawahi satuan kerja Teknologi Informasi;
b.Direktur yang membawahi satuan kerja Manajemen Risiko;
c.Pejabat tertinggi yang membawahi satuan kerja penyelenggara TI;
d.Pejabat tertinggi yang membawahi satuan kerja pengguna utama TI;

Untuk dapat melaksanakan tugasnya, Komite Pengarah TI wajib memiliki IT Steering Committee Charter yang mencantumkan wewenang dan tanggung jawab komite.
Untuk dapat melakukan tugasnya secara efektif dan efisien, komite harus melakukan pertemuan secara berkala untuk membicarakan hal-hal yang terkait dengan strategi TI yang didokumentasikan dalam bentuk risalah rapat.

Wewenang dan tanggung jawab Komite Pengarah TI adalah memberikan rekomendasi kepada direksi yang paling kurang mencakup:

a.Rencana Strategis TI (Information Technology Strategic Plan) yang sesuai dengan rencana strategis kegiatan usaha perusahaan. Dalam memberikan rekomendasi, Komite hendaknya memperhatikan faktor efisiensi, efektifitas serta hal-hal sebagai berikut:
1)rencana pelaksanaan (road-map) untuk mencapai kebutuhan TI yang mendukung strategi bisnis perusahaan. Road map terdiri dari kondisi saat ini (current state), kondisi yang ingin dicapai (future state) serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai future state;
2)sumber daya yang dibutuhkan;
3)keuntungan / manfaat yang akan diperoleh saat rencana diterapkan.

b.perumusan kebijakan dan prosedur TI yang utama seperti kebijakan pengamanan TI dan manajemen risiko terkait penggunaan TI di perusahaan;
c.kesesuaian proyek-proyek TI yang disetujui dengan Rencana Strategis TI. Komite juga menetapkan status prioritas proyek TI yang bersifat kritikal (berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional perusahaan) misalnya pergantian core perusahaaning application, server production dan topologi jaringan;
d.kesesuaian pelaksanaan proyek-proyek TI dengan rencana proyek (project charter) yang disepakati dalam service level agreement. Komite hendaknya melengkapi rekomendasi dengan hasil analisis dari proyek-proyek TI yang utama sehingga memungkinkan direksi mengambil keputusan secara efisien;
e.kesesuaian TI dengan kebutuhan sistem informasi manajemen yang mendukung pengelolaan kegiatan usaha perusahaan;
f.efektivitas langkah-langkah minimalisasi risiko atas investasi perusahaan pada sektor TI dan bahwa investasi tersebut memberikan kontribusi terhadap tercapainya tujuan bisnis perusahaan;
g.pemantauan atas kinerja TI, dan upaya peningkatannya misalnya dengan mendeteksi keusangan TI dan mengukur efektivitas dan efisiensi penerapan kebijakan pengamanan TI;
h.upaya penyelesaian berbagai masalah terkait TI, yang tidak dapat diselesaikan oleh satuan kerja pengguna dan satuan kerja penyelenggara. Komite dapat memfasilitasi hubungan antara kedua satuan kerja tersebut;
i.kecukupan dan alokasi sumber daya yang dimiliki perusahaan. Apabila sumber daya yang dimiliki tidak memadai dan perusahaan akan menggunakan jasa pihak lain dalam penyelenggaraan TI maka Komite Pengarah TI harus memastikan perusahaan telah memiliki kebijakan dan prosedur terkait.

Pejabat Tertinggi Yang Bertanggungjawab Membawahi Bidang TI

Dalam struktur organisasi, perusahaan harus menetapkan pejabat tertinggi yang hanya membawahi bidang TI. Jabatan tersebut dapat dibawahi oleh direktur TI atau pimpinan satuan kerja TI sesuai dengan kompleksitas usaha di perusahaan. Wewenang dan tanggung jawab utama dari pejabat tertinggi TI tersebut minimal (namun tidak terbatas pada), mencakup hal-hal berikut:
a.merumuskan kebijakan, rencana dan anggaran TI;
b.menerapkan semua kebijakan TI dan rencana yang telah ditetapkan oleh direksi;
c.memberikan dukungan pemberian jasa TI kepada satuan kerja pengguna untuk mencapai target bisnisnya secara responsif dan tepat waktu;
d.memastikan setiap informasi yang dimiliki oleh satuan kerja penggunaTI mendapatkan perlindungan yang baik terhadap semua gangguan yang dapat menyebabkan kerugian akibat bocornya data/informasi penting;
e.memastikan kecukupan dan efektifitas kebijakan dan prosedur TI serta penerapan manajemen risiko untuk mengidentifikasi, mengukur, menilai dan mengawasi risiko TI;
f.memastikan terdapatnya pengawasan yang memadai dalam setiap pengembangan atau modifikasi sistem TI;
g.memberikan kepada direksi laporan pelaksanaan TI secara periodik dan jika diperlukan dapat mengusulkan tindakan untuk mengatasi kelemahan TI yang telah ditemukan;
h.menilai kinerja dari layanan TI di perusahaan, contohnya persentase berapa lama sistem mati (downtime error), pelanggaran keamanan, perkembangan proyek, penerapan perjanjian tingkat layanan (Service Level Agreement - SLA) antara satuan kerja TI dan satuan kerja pengguna atau pihak penyedia jasa TI;
i.memastikan tindakan yang tepat telah dilakukan untuk memperbaiki temuan audit baik dari auditor intern maupun auditor ekstern;
j.memastikan kecukupan sumber daya manusia baik dalam penyelenggaraan TI maupun dalam penerapan manajemen risiko ;
k.apabila pejabat tertinggi yang secara langsung membawahi TI adalah seorang direktur maka yang bersangkutan berkewajiban mengawasi implementasi budget TI seperti pengadaan di bidang TI dan pelatihan. Apabila pejabat tertinggi bukan seorang direktur maka pengawasan kedua bidang tersebut dapat dilakukan oleh direktur yang membawahi;
l.direktur TI bertanggung jawab terhadap penyusunan dan implementasi arsitektur TI dan rencana-rencana lain yang strategis yang mempengaruhi modal perusahaan secara signifikan, memastikan struktur organisasi manajemen proyek dari seluruh proyek terkait TI digunakan dengan maksimal;
m.memastikan bahwa kontrak tertulis antara perusahaan dengan pihak penyedia jasa TI mencakup hal-hal yang semestinya.

RESUME SIT PERT. 8 & 9


 CRM

Fungsi Marketing
•Mendapatkan pelanggan (acquiring customers)
•Mempertahankan sekaligus menggiatkan mereka (retaining or reactivating them)
•Menjual produk-produk yang lebih banyak pada mereka (selling them more products)

Meningkatkan Nilai dari Cust

Mendapatkan pelanggan yang menguntungkan
  Get (mendapatkan)

•Mempertahankan pelanggan yang menguntungkan lebih lama
•Mendapatkan keuntungan ganda dari pelanggan yang menguntungkan
•Menghilangkan pelanggan yang tidak menguntungkan

Keep (mempertahankan)

•Menjual produk tambahan (up-sell) yang bisa sebagai solusi
•Cross-sell produk lain kepada pelanggan
•Merekomendasi/mensarankan dan mengambil untung dari ‘mulut ke mulut’
•Mengurangi service dan operasional

Grow (meningkatkan)

Keuntungan mempertahankan loyalitas pelanggan
•Mempertahankan pelanggan yang sudah lama membutuhkan biaya yang lebih sedikit
•Pelanggan mengeluarkan banyak uang, berarti meningkatkan “share of wallet”
•Mereka mendapatkan kesepakatan yang baik dengan kita
•Mereka menyebarkan informasi yang positif tentang kita
•Mereka hanya membutuhkan lebih sedikt servis
•Mereka tidak terlalu mempersoalkan harga
•Mereka lebih bisa memaafkan jika terjadi kesalahan
•Mereka membuat program marketing kita lebih efisien

Market Share vs Share of Customer
Strategi Pembagian Pasar
Startegi Pembagian Pelanggan

•Perusahaan harus menjual satu produk ke sebanyak mungkin pelanggan
•Harus membedakan produk dengan pesaing
•Menjual kepada pelanggan
•Mencari standart untuk pelanggan baru
•Menggunakan media masa untuk membangun brand


•Perusahaan harus menjual sebanyak mungkin produk kepada satu pelanggan
•Harus membedakan satu pelanggan dengan pelanggan lain
•Bekerjasama dengan pelanggan
•Mencari standar bisnis baru dari pelanggan yang sudah ada
•Menggunakan komunikasi interaktif untuk menentukan kebutuhan individu dan berkomunikasi dengan masing individu


Customer Relationship Management
CRM adalah sebuah strategi perusahaan dalam memahami dan mempengaruhi tingkah laku pelanggan melalui komunikasi yang mendalam dengan tujuan
Meningkatkan akuisisi (acquisition),
Menahan (retention)
Loyalitas pelanggan (customer loyality)

•CRM bukanlah paket Software, Bukan juga database. Juga bukan call center. Bukan pula program loyalitas, program customer servis. CRM adalah sebuah filosofi dari semua hal tersebut di atas
•Nama lain dari CRM
•One-to-one relationship management
•Customer intimacy (keakraban dengan pelanggan)
•Integrated Marketing Communication (IMC)

Tujuan Taktis & Strategis dari CRM
Tujuan dari CRM adalah untuk meningkatkan peluang dengan cara
Mengembangkan proses berkomunikasi dengan pelanggan yang sesuai
Menyediakan penawaran yang tepat (produk dan harga)
Menggunakan saluran (channel) yang tepat
Berkomunikasi pada waktu yang tepat

Apa yang dimaksud dengan CRM?
•Mengelolah berbagai hubungan pelanggan, yang melibatkan 2 tujuan yang saling berhubungan :
•Memberi semua karyawan yang berhadapan langsung dengan pelanggan ‘satu pandangan lengkap tentang setiap pelanggan di setiap hal dan disemua lintas jalur’
•Memberi pelanggan satu pandangan lengkap tentang perusahaan dan seluruh lapisannya
•CRM menggunakan TI untuk membuat sistem lintas fungsi yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi banyak proses layanan pada pelanggan.


CRM menciptakan kerangka kerja IT
•Sistem CRM meliputi sekelompok modul software
•Membantu perusahaan dan para karyawan dalam dalam memberikan layanan yang lebih cepat, dapat diandalkan dan konsisten pada pelanggan

Gambaran Per Modul
CRM
•CRM membantu para praktisi penjualan, pemasaran dan layanan untuk menangkap dan menelusuri relevansi data tentang :
•Setiap kontak yang telah lewat atau direncanakan dengan para pelanggan atau calon pelanggan
•Kegiatan siklus hidup dan bisnis lainya dari seorang pelanggan
•Informasi yang ditangkap berasal dari data yang lewat melalui :
•Telephone, fax, e-mail
•Websites, retail stores, kiosks
•Personal contact

•Sistem CRM menyimpan data tersebut dalam database umum untuk pelanggan yang menintegrasikan semua informasi pelanggan dan membuatnya tersedia diseluruh perusahaan, melalui :
•Internet
•Intranet
•Hubungan jaringan lainnya
•Guna mendukung beberapa aplikasi :
•Penjualan
•Pemasaran
•Layanan

Kelompok Aplikasi dalam CRM

Sales/ Penjualan
•Sistem CRM memberikan para staff penjualan suatu alat (tools) dan sumber data yang dibutuhkan untuk :
•Mendukung dan mengelolah aktivitas mereka
•Mengoptimalkan penjualan
•CRM juga memberikan akses real time ke satu tampilan umum atas seorang pelanggan, sehingga memungkinkan untuk memeriksa semua aspek dari pelanggan  dapat dilakukan sebelum kita berinteraksi dengan pelanggan (baik via telpon maupun ketemu langsung)

Pemasaran dan Pemenuhan Pesanan
•Sistem CRM membantu para praktisi pemasaran menyelesaikan proses pemasaran langsung dengan mengotomatisasi tugas-tugas, seperti :
•Pengkualifikasian pemasaran pada sasaran
•Penjadwalan serta penelusuran pengiriman surat/ dokumen pemasaran langsung
•Menangkap dan mengelola respon data pada pelanggan dan calon pelanggan di database CRM
•Menganalisis nilai pelanggan dan nilai bisnis dari pemasaran langsung
•Membantu pemenuhan respon pada calon pelanggan dan pelanggan secara cepat

Layanan dan Dukungan untuk Pelangan
•Sistem CRM memberikan akses secara real time kedalam data base umum dari pelanggan yang dapat digunakan secara bersama untuk kebutuhan pemasaran dan penjualan
•Membuat, menetapkan dan mengelolah berbagai permintaan atas layanan dari pelanggan
•Software untuk Call center yang mengirimkan semua panggilan ke para staf sesuai dengan keahlian dan otoritas masing-masing
•Software Help desk membantu para staf untuk memberikan layanan dengan memberikan data dan saran-saran untuk mengatasi masalah pada pelanggan
•Layanan mandiri berbasis web yang memungkinkan para pelanggan mengakses dengan mudah informasi pendukung pribadi di situs perusahaan, dengan tetap memberikan mereka pilihan untuk mendapatkan bantuan lebih secara online (baik melalui telepon atau layanan yang lain)

Retention and Loyalty Programs
•It costs 6 times more to sell to a new customer
•An unhappy customer will tell 8-10 others
•Boosting customer retention by 5 percent can boost profits by 85 percent
•The odds of selling to an existing customer are 50 percent; a new one 15 percent
•About 70 percent of customers will do business with the company again if a problem is quickly taken care of

 Program Retensi dan Loyalitas

•Meningkatkan dan mengoptimalkan retensi dan loyalitas pelanggan ada;ah strategi bisnis utama dan juga tujuan utama dari CRM, Mengapa ?
•Membantu perusahaan mengidentifikasi, memberi penghargaan dan memasarkan kepada para pelanggan perusahaan yang paling menguntungkan dan loyal

Tiga Fase CRM

Manfaat CRM
•Manfaat
•Memungkinkan untuk mengidentifikasi dan berfokus pada pelanggan
•Memungkinkan penyesuaian dan personalisasi atar berbagai roduk dan layanan/ jasa
•Memungkinkan penelusuran ketika pelanggan menghubungi perusahaan (dimanapun titik hubungannya)
•Memberikan pengalaman yang konsisten dan layanan yang terbaik di semua titik pelayanan

Kegagalan CRM
•Manfaat bisnis dari CRM tidak dapat dijamin (Berdasar hasil survey menunjukkan : )
•50 % project CRM tidak memberi hasil yang menjanjikan
•20 % perusahaan menyatakan bahwa CRM malah merusak hubungan lama mereka dengan pelanggan
•Penyebab kegagalan :
•Kurangnya pemahaman dan persiapan
•Tidak memecahkan permasalahan proses bisnis yang dulu
•Tidak adanya partisipasi dari stakeholders yang terlibat dalam proyek

Trends in CRM
•Operational CRM
•Mendukung interaksi pelanggan dengan kenyamanan yang lebih besar melalui suatu variasi channels
•Mensinkronkan interaksi pelanggan secara konsisten antar channel
•Mempermudah perusahaan dalam melaksanakan bisnis

Trends in CRM
•Analytical CRM
•Menjabarkan secara mendalam history dari pelanggan dan keuntungan memanfaatkan database yang dimiliki
•Mengijinkan adanya prediksi dari nilai dan perilaku pelanggan or
•Mengijinkan peramalan dan permintaan
•Membantu penyampaian informasi yang dibutuhkan pelanggan


Trends in CRM
•Collaborative CRM
•Memudahkan kerjasama antara pelanggan, pemasok dan mitra kerja
•Meningkatkan efisiensi dan integrasi matarantai persediaan
•Meningkatkan respon terhadap kebutuhan pelanggan baik itu dari sisi product maupun pelayanan

Trends in CRM
•Portal-based CRM
•Menyediakan alat (tools) kepada user dan informasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka
•Menggerakkan karyawan untuk memberikan pelayanan sesuai permintaan dari pelanggan dengan cepat
•Membantu untuk memberikan gambaran dari customer
•Menyediakan fasilitas akses terhadap informasi untuk pelanggan internal dan eksternal



Jumat, 04 November 2011

Resume PBD 2 Pert 8 dan 9

Membuat PROCEDURE


Struktur untuk Blok Anonymous Blok PL / SQL
DECLARE (opsional)
Menyatakan PL / SQL objek yang akan digunakan dalam blok ini
BEGIN (wajib)
Tentukan pernyataan dieksekusi
PENGECUALIAN (opsional)
Menentukan tindakan yang terjadi jika INTOsalahan atau eksepsi muncul
END; (wajib)
Struktur untuk Blok PL / SQL subprogram
1. Spesifikasi subprogram
<header>
IS | AS
2. Tubuh Subprogram
Bagian Deklarasi
BEGIN
Bagian executable
EXCEPTION(optional)
Bagian Pengecualian
END;

Manfaat FROM subprogram
• Mudah pemeliharaan
• Peningkatan INTOaWHEREn data dan integritas
• Peningkatan kinerja
• Peningkatan INTOjelasan kode

Apakah PROCEDURE itu?
• Suatu PROCEDURE adalah jenis subprogram yang melakukan tindakan.
• PROCEDURE  dapat disimpan dalam database, sebagai sINTOma objek, untuk disekusi ulang.

Sintaks untuk Membuat PROCEDURE
CREATE [OR REPLACE] PROCEDURE procedure_name
[(Paramater1 [Mode1] datatype1,
parameter2 [mode2] datatype2,
. . )].
IS | AS
PL / SQL Block;

• Pilihan REPLACE menunjukkan bahwa jika PROCEDURE ada, maka akan turun dan diganti dengan Versi baru yang diciptakan oleh pernyataan itu.
• PL / SQL blok dimulai dengan baik BEGIN atau deklarasi variabel lokal dan berEND dengan baik END atau procedure_name END.


Formal versus Actual Parameter
• parameter formal: variabel yang dideklarasikan di daftar parameter spesifikasi subprogram
Contoh:

CREATE PROCEDURE raise_sal(p_id NUMBER, p_amount NUMBER)
...
END raise_sal;

• parameter aktual: variabel atau ekspresi direferensikan dalam daftar parameter panggilan subprogram
Contoh:
raise_sal (v_id, 2000)



OUT Parameters : contoh
CREATE OR REPLACE PROCEDURE query_emp
(P_Id DALAM TYPE% employees.employee_id,
p_name OUT TYPE employees.last_name%,
p_salary OUT TYPE% employees.salary,
p_comm OUT% TYPE employees.commission_pct)
IS
BEGIN
SELECT last_name, gaji, commission_pct
INTO p_name, p_salary, p_comm
FROM karyawan
WHERE employee_id = P_Id;
END query_emp;
/
emp_query.sql

Melihat Parameter OUT
• Memuat dan menjalankan file script emp_query.sql untuk CREATE PROCEDURE QUERY_EMP.
• Deklarasi variabel host, mengeksekusi QUERY_EMP yang PROCEDURE, dan mencetak nilai G_NAME global yang
variabel.
Contoh:
VARIABEL g_name VARCHAR2 (25)
VARIABEL g_sal NOMOR
VARIABEL g_comm NOMOR
Jalankan query_emp (171,: g_name,: g_sal,: g_comm)
CETAK g_name



Metode untuk Parameter Passing
• Posisi: Daftar parameter aktual di sama order sebagai parameter formal.
• Named: Daftar parameter aktual dalam rangka sewenang-wenang dengan menghubungkan masing-masing dengan resmi yang sesuai parameter.
• Kombinasi: Daftar beberapa parameter actual sebagai posisi dan beberapa seperti yang disebutkan.


Hapus Prosedur
Hapus prosedur di database
Contoh:
DROP PROCEDURE procedure_name
DROP PROCEDURE raise_salary;